Case Study SOA : MySnack Supplies Pte Ltd.

MySnack Supplies Pte Ltd. is a medium-to-high-sized snack supply company operating in Singapore and Jakarta. The company has grown very slowly lately and has been loosing its customers to other competitors that make use of technology. A recent customer’s survey pointed to the ordering process that took a long time to fulfilled. Other survey conducted for employees and indicated that employees need to use multiple applications to finish their daily tasks.

My understanding of their business pains

  1. Perusahaan MySnack ini berkembang sangat lambat dikarenakan kalah bersaing dengan perusahaan – perusahaan pesaing yang telah menggunakan teknologi di dalam bisnis perusahaannya. MySnack sendiri menggunakan beberapa aplikasi di dalam perusahaannya, sehingga kinerja karyawan menjadi tidak efisien, karena karyawan harus menggunakan multiple application untuk menyelesaikan tugas mereka. Pertukaran informasi masih berbentuk dokumen – dokumen, sehingga resiko kehilangan dokumen dapat terjadi dan perusahaan MySnack akan kehilangan sebuah informasi penting yang dibutuhkan jika ada dokumen yang hilang.

Proses order ke customer memakan waktu yang lama, maka dari itu customer MySnack beralih ke perusahaan pesaing, disebabkan  oleh proses pemesanannya begitu lama, dan pelanggan hanya dapat memesan melalui telepon.

MySnack juga masih menggunakan katalog yang dikirim melalui surat kepada customernya, sehingga masih mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk mencetak katalog dan ongkos pengiriman surat.

A high overview of their current systems

overview

Asumsinya dari gambar tersebut adalah MySnack Jakarta dan MySnack Singapore memiliki masing – masing database karena keduanya beroperasi di Negara yang berbeda dan masing – masing database tersebut terhubung dengan database center. Didalam masing – masing database di Singapore dan Jakarta terdapat multiple application yang mengakibatkan karyawan menjadi tidak efisien dan efektif dalam mengerjakan pekerjaan mereka.

Untitled-1

Asumsi gambar diatas adalah perusahaan MySnack ini menyebarkan katalog produknya melalui pos surat kepada customernya untuk mempromosikan produk yang mereka jual. Bila customer tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan, customer dapat order produk melalui telepon, dan pihak MySnack akan mengkonfirmasi ketersediaan stok kepada customer. Lalu customer memesan produk yang diinginkan, selanjutnya produk yang dipesan dikirim ke customer dan customer membayar produk yang telah ia pesan.

A proposed high overview system based on SOA Reference Architecture

Untitled-3

Penjelasan dari gambar diatas adalah saya menganjurkan untuk membuat sebuah website bagi para customer. Kelebihan dari website ini adalah  customer dapat mengakses website MySnack dimanapun dan kapanpun, tersedianya katalog produk yang dijual oleh perusahaan MySnack, dan bagi customer yang telah mendaftarkan diri menjadi member MySnack, mereka dapat memesan produk secara online. Bagi customer non member MySnack dapat memesan produk melalui telepon yang sudah tersedia di website. Perusahaan MySnack hanya menggunakan 1 aplikasi       diproses bisnisnya agar kinerja karyawan menjadi efektif dan efisien.

Penjelasan sistem pada gambar diatas adalah dapat diakses oleh customer dan seluruh karyawan MySnack, dimana customer dapat melihat katalog dan memesan secara online, karyawan mengakses intranet. ESB sebagai penghubung antara website, intranet dengan modul operasinya seperti prosesor pembayaran, proses order, dan persediaan produk. Dan semua data akan disimpan di database masing – masing. Dan data tersebut dapat diakses oleh semua bagian, seperti bagian sales dapat melihat stok yang masih tersedia di gudang.

Improved their processes to address their business pains

proses bisnis

Maksud gambar diatas adalah proses pemesanan customer secara umum, customer melihat catalog online dari website MySnack, dimana customer member MySnack dapat memesan secara online di website, sedangkan customer non member Mysnack dapat memesan melalui telepon.Awal proses nya berawal dari customer memesan produk yang customer inginkan kepada bagian sales, bagian sales memberikan informasi kepada bagian keuangan, untuk mengecek credit customer tersebut apakah masih ada tunggakan yang belom terbayarkan. Jika masih ada tunggakan dari customer

tersebut, maka customer harus melunasi terlebih dahulu. Bila customer tidak melunasi, maka order produk dibatalkan.

Jika customer melunasi tagihan sebelumnya, order produk tetap berjalan. Bagian gudang mengecek stok produk yang dipesan, bila stok kurang, bagian pabrik akan mengetahui kekurangan stok pada gudang dan mempersiapkan produk yang diminta dan segera mengantarkan produk tersebut ke gudang. Setelah produk tersedia di gudang, bagian keuangan membuat faktur yang akan diantar beserta produk yang dipesan oleh customer. Bagian gudang mengantarkan produk yang dipesan kepada customer, setelah customer menerima produk yang telah dipesannya, customer melakukan pembayaran.

pesanan barang

Maksud gambar diatas adalah sistem pemesanan barang dari customer melihat catalog online dari website MySnack, dimana customer member MySnack dapat memesan secara online di website,

sedangkan customer non member Mysnack dapat memesan melalui telepon, dan customer memesan produk yang mereka ingin beli. Sistem terima pesanan dapat diakses melalui internet maupun telepon. Setelah itu akan mengecek stock produk, jika stok kurang atau habis, langsung mengecek ke pabrik untuk ketersediaan stok dan langsung dikirim hasil pesanan yang tersedia kepada customer.

Business conclusions

Kesimpulan bisnis dari saya adalah MySnack Supplies Pte Ltd ini menggunakan website yang berisikan katalog produk yang MySnack jual, dan memakai sistem member agar customer dapat memesan secara online. Tapi masih dapat juga melalui telepon dikarenakan pasti ada beberapa customer yang kurang mengerti dengan teknologi.

Bagian keuangan melakukan pengecekan data customer sebelum produk disiapkan oleh gudang, apakah customer tersebut masih memiliki tagihan yang belum dilunaskan atau sudah lunas.

Saya juga menyarankan hanya memakai 1 aplikasi saja dalam pekerjaan para karyawan, agar menghemat waktu dan kinerja karyawan lebih efektif dan efisien. Semua data akan disimpan di database masing – masing. Dan data tersebut dapat diakses oleh semua bagian, seperti bagian sales dapat melihat stok yang masih tersedia di gudang. User interface dirancang user friendly agar mempermudah user  untuk menggunakan aplikasi maupun website.

Posted by on October 18th, 2010 No Comments

Computer Security

Sistem keamanan pada komputer bisa tingkatkan dengan menggunakan software – software pendukung seperti anti-virus, firewall, spyware blocker, adware blocker, dan software lain yang sejenis.

Anti-virus biasanya menggunakan 2 teknik berikut untuk melakukan hal diatas, yaitu :

  1. Meng-scan file untuk mengecek apakah ada virus dalam file tersebut yang cocok dalam kamus virus yang dipunyai oleh anti-virus tersebut.
  2. Mengidentifikasi kebiasaan dari program komputer dimana ada kemungkinan telah terinfeksi. Seperti analisis terhadap data, port monitoring, dan metode lainnya.

Contoh anti-virus yang paling sering digunakan dan diketahui sebagai anti-virus yang powerful adalah : Kaspersky Anti Virus, Norton Anti Virus, McAfee Anti Virus, Panda Platinum Anti Virus, dan masih banyak vendor – vendor anti-virus lainnya walau tidak di-rekomendasi oleh Microsoft. Jika untuk menggunakan anti-virus yang disebut diatas harus membeli yang asli (jika tidak ingin menggunakan program bajakan), ada pula vendor – vendor anti-virus yang gratis (free version) seperti yang paling sering digunakan adalah AVG Anti Virus dan Avast! Anti Virus.

Sebagian besar antivirus bekerja dengan beberapa metode seperti di bawah ini:
(1) Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).

(2) Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada kelakuan perangkat lunak yang “tidak wajar” menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau “False Alarm” (jika konfigurasi antivirus terlalu “keras”), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu “lunak”), terjadi false positive. Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak_antivirus

Posted by on October 18th, 2010 No Comments

Knowledge Management

Menurut Koina (2004) Knowledge Management adalah suatu disiplin yang mempromosikan suatu pendekatan terintegrasi terhadap pengidentifikasian, pengelolaan dan pendistribusian semua aset informasi suatu organisasi. Yang dimaksud adalah informasi meliputi database, dokumen, kebijakan dan prosedur dan juga pengalaman yang terdapat pada pekerja. Laudon dan Laudon (2002:372) mengatakan bahwa knowledge management berguna untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan ke dalam proses bisnis. Teknologi informasi berperan penting dalam knowledge management sebagai pendukung proses bisnis yang bertujuan untuk menciptakan,mengumpulkan dan memelihara pengetahuan organisasi tersebut. Perusahaan harus memiliki proses yang efisien dalam pemrolehan dan pendistribusian pengetahuan agar perusahaan dapat mengambil manfaat dari sumber daya pengetahuan dan jika tidak efisien, makan organisasi tersebut akan gagal mengaprsiasikan nilai pengetahuan yang dimilikinya.

Menurut Amrit Tiwana (2000), yang membuat Knowledge Management menjadi hal yang tidak dapat diabaikan dalam suatu bisnis dibagi menjadi 6 kelompok:

– Knowledge Centric Drivers:

1. Kegagalan perusahaan mengetahui apa yang mereka ketahui

2. Kebutuhan mendesak untuk distribusi knowledge yang cerdas

3. Kecepatan dan kelambanan knowledge

4. Masalah knowledge walkout dan tingkat ketergantungan yang tinggi pada tacit                                      knowledge

5. Kebutuhan akan systemic unlearning (belajar meninggalkan hal yang lama bila sudah

tidak sesuai dengan kebutuhan)

– Technology Drivers:

1. Kompresi dari siklus hidup produk dan proses

2. Berakhirnya peranan teknologi sebagai differentiator jangka panjang yang layak

3. Kebutuhan akan rantai penghubung yang sempurna antara knowledge, strategi bisnis

dan teknologi informasi.

– Organisational structure based drivers:

1. Konvergensi fungsional

2. Munculnya struktur organisasi project centric

3. Tantangan yang muncul akibat deregulasi

4. Ketidakmampuan perusahaan untuk mengimbangi perubahan kompetitif akibat

globalisasi.

5. Konvergensi produk dan jasa layanan

– Personnel Drivers:

1. Konvergensi fungsional yang sangat luas

2. Kebutuhan untuk mendukung kolaborasi cross functional yang efektif

3. Mobilitas dan fluidititias tim

4. Kebutuhan untuk menghadapi ekspektasi korporasi kompleks

– Process focused Drivers:

1. Kebutuhan untuk mencegah penemuan kembali yang tidak perlu

2. Kebutuhan untuk mencegah kesalah yang mahal dan berulang-ulang

3. Kebutuhan untuk antisipasi prediksi yang akurat

4. Kebutuhan yang muncul akan tanggapan yang kompetitif

-Economic Drivers:

1. Potensi untuk menciptakan kemampuan yang luar biasa melalui knowledge

2. Permintaan untuk diferensiasi produk dan layanan yang akurat

Keuntungan knowledge management adalah untuk menghindari karyawan melakukan sesuatu yang berulang-ulang, seperti mengumpulkan informasi berulang-ulang setiap kali ingin membuat suatu keputusan. Hal penting dalam keberhasilan penerapan knowledg management adalah mengetahui bagaimana mengelola informasi secara efektif dan mengubahnya menjadi pengetahuan yang dapat digunakan oleh setiap orang yang membutuhkannya untuk meningkatkan proses bisnis perusahaan.

Referensi

Koina, Cathie (2004). “Librarians are the ultimate knowledge managers?” <http://www.alia.org.au/publising/alj/52.3/full.text/koina.html>. (May 6,2005)

Laudon, Kenneth C. and Jane P. Laudon (2002). Management information system: Managing the digital firm. New Jersey: Prentice-Hall

Tiwana, Amrit, (2000). “ The Knowledge Management Toolkit Prctical Techniques for Building a Knowledge Management System”. Prentice Hall PTR, Singapore.

Posted by on October 18th, 2010 No Comments

Keberhasilan CRM (Customer Relationship Management)

Keberhasilan CRM ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu:

1. Manusia

karena CRM lebih ke bagaimana mengelola hubungan / relasi antar manusia sehingga diperlukan personal touch, attitude dan demangat dari perusahaan untuk lebih aktif lagi untuk mengenal kebutuhan dan keinginan pelanggannya lebih jauh lagi agar dapat memuaskan mereka.

2. Proses

Sistem yang membantu manusia untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan pelanggan.

3. Teknologi

Untuk lebih membantu mempercepat dan mengoptimalkan faktor manusia dan proses dalam aktivitas CRM. Teknologi adalah alat penunjang dalam melengkapi nilai tambah CRM

CRM mendukung aktivitas bagian customer service dalam mengotomatisasi pelayanan sehingga bagian custmer service dapat mempercepat pelayanan dan mampu merekam aktivitas seputar pertanyaan dan keluhan pelanggan.CRM dapat mendukung aktivitas customer service seperti:

1. Call Routing

Digunakan untuk meminimalisir waktu pelanggan sat menunggu petugas customer service melayani pelanggan. Contohnya secara otomatis mengalihkan telepon pelanggan kepada petugas customer service yang sedang tidak menerima telepon.

2. Contact Center Sales Support

Memberikan saran atas komoditas produk yang mungkin sesuai dengan pesanan yang sudah dibeli melalui telepon.

3. Web Base Self Service

Pelanggan yang terus-menerus menanyakan status keluhan akan dirasakan sangat mengganggu. Website dapat menjadi pilihan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan

4. Customer Satisfaction Measurement

Perusahaan melakukan survey terhadap pelanggan karena sangat penting bagi perusahaan untuk mengumpulkan informasi mengenai sikap pelanggan sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan.

5. Call Scripting

Perilaku dan kecenderungan pelanggan dapat diprediksi dengan membandingkan perilaku dengan perilaku serupa terus-menerus, tentunya dengan dukungan database pelanggan yang semakin lengkap. Script ini mempermudah pelanggan karena customer service berbicara kepada pelanggan dengan urutan yang logis

6. Workforce Management

Digunakan untuk merencanakan dan mengoptimalkan beberapa produk spesifik kepada customer service yang lebih spesifik.

Dengan berkembangnya teknologi informasi, secara strategi sudah banyak berubah. Strategi dengan mendengarkan permasalahan customer, kritik dan saran secara langsung satu per satu kemudian informasi tersebut digunakan sebagai masukan untuk meningkatkan bisnis dirasakan semakin sulit. Sekarang ini sangat sulit di maintain satu per satu karena globalisasi telang mendorong perusahaan untuk melayani berbagai macam pelanggan, bahkan bukan hanya pelanggan dari dalam negeri saja melainkan pelanggan dari luar negeri. Maka konsep CRM harus ditingkatkan dengan bantuan teknologi yang memungkinkan dibuatnya sebuah sistem informasi CRM untuk membantu perusahaan meningkatkan bisnisnya.

Dengan adanya CRM, infrastruktur sistem yang dibangun merupakan kesatuan sistem yang terintegrasi berdasarkan proses yang berorientasi kepada pelanggan. Integrasi sistem tersebut digunakan untuk memudahkan customer service dalam mendapatkan informasi-informasi ter-update mengenai pelanggan dan produk.

Posted by on October 18th, 2010 No Comments

Mengerti Kebutuhan Pelanggan dalam Pengembangan Sistem

Untuk mengembangkan sistem yang baik, perlu dilakukan identifikasi peluang – peluang oleh banyak sumber, seperti usulan dari pelanggan, tim pengembangan sistem, dan analisis keunggulan dari para pesaing.Proses identifikasi peluang pengembangan sistem sangat berkaitan dengan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.

Identifikasi kebutuhan pelanggan dapat dilakukan dengan pendekatan seperti:

– Mencatat kegagalan dan keluhan yang dialami pelanggan dengan sistem yang sudah ada   sekarang

– Mewawancarai user utama dengan berfokus pada proses inovasi oleh user ini dan modifikasi yang telah dilakukan oleh para user terhadap sistem yang ada sekarang.

– Mempertimbangkan implikasi terhadap kecenderungan-kecenderungan dalam gaya hidup dan teknologi untuk sistem yang ada dan peluang sistem yang baru.

– Beberapa usulan dari para pelanggan yang sekarang dikumpulkan secara sistematis

– Mempelajari keunggulan sistem dari para pesaing yang diminati oleh pelanggannya.

Identifikasi kebutuhan Pelanggan

Bertujuan untuk membuktikan bahwa sistem sudah difokuskan terhadap kebutuhan pelanggan, mengidentifikasikan kebutuhan pelanggan dapat melalui 5 tahapan yaitu:

1. Mengumpulkan data mentah dari pelanggan

2. Mengubah data mentah tersebut menjadi kebutuhan pelanggan

3. Mengorganisasikan kebutuhan menjadi kebutuhan primer dan sekunder

4. Menetapkan standar kebutuhan

5. Menganalisis proses dan hasil

Konsep pengembangan sistem akan berujung pada bagaimana sistem tersebut dapat memuaskan kebutuhan pelanggan, untuk itu konsep harus dimulai dengan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan targetnya seperti apa. Setelah mengumpulkan konsep-konsep yang sudah ada, perlu dilakukannya seleksi konsep yang merupakan proses menilai konsep dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan.

6 langkah Seleksi dan penilaian konsep sebagai berikut:

1. Menyiapkan sleksi matriks

2. Menilai konsep yang ada

3. Mengurutkan konsep yang telah dikumpulkan dari yang terbanyak ke yang terkecil

4. Menggabungkan dan memperbaiki konsep-konsep yang hampir mirip

5. Memilih satu atau lebih konsep yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan terbanyak

6. Merefleksikan proses dan hasil

Setelah selesai menseleksi konsep, perusahaan sebaiknya membuat prototype sistem menggunakan konsep baru untuk di uji apakah sudah dapat memuaskan kebutuhan pelanggan atau belum. Prototype merupakan salah satu metode pengembangan sistem yang banyak digunakan oleh perusahaan. Dengan metode prototype, pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses membuatan sistem. Seringnya pelanggan hanya mendefinisikan apa yang menjadi kebutuhannya tetapi tidak menyebutkan secara detail output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data apa saja yang dibutuhkan. Jadi pelanggan tersebut hanya menyebutkan secara umumnya saja. Pengembang harus memperhatikan kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer. Untuk mengembangkan sistem yang baik, pelanggan dan pemgembang dibutuhkan kerjasama yang baik sehingga pengembang mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan pelanggan.

Tahap-tahap prototyping-nya adalah sbb:

1. Pengumpulan kebutuhan

Pelanggan dan pengembang sistem mengidentifikasi semua kebutuhan-kebutuhan

2. Membangun prototyping

Dengan membuat perancangan sementara yang berfokus kepada pelanggan

3. Evaluasi prototyping

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan yang bertujuan untuk apakah prototype yang sudah dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Jika sudah sesuai dengan kebutuhan pelanggan maka tahap 4 akan dilanjutkan.Tetapi jika kidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan, makan prototype tersebut akan mengulang tahap 1,2 dan 3.

4. Mengkodekan sistem

Tahap ini prototype telah disetujui diterjemahkan ke dalam bahasa pemograman yang sesuai.

5. Menguji sistem

Sistem dites sebelum digunakan, dipastikan tidak adanya kesalahan

6. Evaluasi Sistem

Tahap ini pelanggan mengevaluasi sistem yang sudah dibuat telah sesuai dengan kebutuhannya. Jika sudah sesuai, tahap 7 dapat dilaksanakan, jika tidak, harus mengulang tahap 4 dan 5.

7. Menggunakan sistem

Sistem yang telah diuji dan diterima pelanggan sesuai kebutuhannya siap untuk digunakan

Setelah prototype tersebut dapat berjalan sesuai dengen kebutuhan pelanggan, barulah sistem yang sebenarnya dibuat dan digunakan oleh pelanggan-pelanggan yang lain. Dan perusahaan dapat memaksimalkan sistem mereka sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dapat mencapai profit yang lebih besar.

Posted by on October 17th, 2010 No Comments

Compare tokopedia.com dan id.88db.com

PT. Tokopedia berdiri pada tanggal 6 February 2009, dan kemudian meluncurkan produknya tokopedia.com pada tanggal 17 Agustus 2009. Misi Tokopedia adalah memberikan kesempatan bagi setiap individu bisnis maupun UKM untuk membuka toko-online mereka dengan cara yang sangat mudah, dan memungkinkan terjadinya transaksi online yang lebih nyaman dan aman.

Id.88db.com ini 88DB merupakan layanan terbaru yang dikembangkan oleh JobsDB.com, jobsite no. 1 di Asia Pasifik. Dengan memiliki lebih dari 5 juta anggota dan 160.000 klien korporat di jaringan global, JobsDB mewakili sejumlah besar perusahaan berkualitas dan individu-individu yang berbakat yang menawarkan berbagai macam layanan.
88DB merupakan penawaran layanan yang setingkat lebih tinggi dari JobsDB, dengan menawarkan wadah bagi banyak organisasi, perusahaan, individu, klub, komunitas, serta badan-badan yang ada untuk melakukan promosi dan memperoleh berbagai macam layanan. Wadah ini juga dapat menjadi tempat pertemuan bagi produsen dan konsumen, serta sebuah komunitas dimana para pengguna dapat berinteraksi secara langsung dengan penyedia jasa.

Menurut saya, perbandingan yang dapat dilihat dari 2 website tersebut adalah sebagai berikut:

Tokopedia.com

Id.88db.com

Di home page, langsung menampilkan space untuk login Harus meng-click toolbar terlebih dahulu untuk login
Hanya dalam bahasa Indonesia Dapat dalam bahasa Indonesia dan Inggris
Mencantumkan harga pada produk Tidak mencantumkan harga produk
Tidak memberikan contact person Memberikan contact person untuk keterangan lebih lanjut mengenai suatu produk
Ada Rating toko seperti parameter dalam pelayanan, akurasi ketepatan produk, dan kecepatan pengiriman Tidak ada rating took
Customer dapat bertanya melalui website Customer dapat bertanya melalui website
Di home page, tidak menampilkan kategori-kategori produk yang tersedia Di home page, menampilkan kategori-kategori produk yang tersedia
Menyediakan fitur FAQ dalam bentuk gambar dan tulisan Menyediakan fitur FAQ dalam bentuk tulisan
Tokopedia menjadi penghubung antara pembeli dan penjual Id.88db hanya sebagai penyedia iklan, sehingga pembeli dan penjual berhubungan langsung
Ada fitur “add to cart” Tidak ada fitur “add to cart”

Kesimpulan

Dari segi konsumen, saya lebih menyukai tokopedia.com dikarenakan keamanan yang dijamin oleh tokopedia itu sendiri. Website tokopedia pun terlihat lebih rapi dan tidak membingungkan konsumen untuk mengoperasikan website tersebut. Ketika membeli sebuah barang juga kita dapat membelinya secara online, sedangkan di id.88db.com kita harus menghubungi si penjual untuk proses transaksinya.

Posted by on October 16th, 2010 1 Comment

Jenis-jenis organisasi proyek dan kelebihan serta kekurangannya

Organisasi Fungsional

Yaitu proyek dimasukkan sebagai bagian dari divisi setiap fungsional dalam suatu perusahaan

David L Olson menulis ”Organisasi fungsional bekerja baik pada lingkungan yang stabil”

Kelebihan :

–      adanya fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaan karyawan/staf

–      orang-orang dengan keahlian tertentu ditugaskan pada banyak proyek yang berbeda

–      orang-orang dengan keahlian berbeda dikelompokkan dalam satu grup untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pemecahan masalah teknis

–      divisi fungsional yang bersangkutan bisa jadi basis bagi kelangsungan teknologi bila para personel keluar dari proyek

–      divisi fungsional mempunyai jalur-jalur karir bagi mereka yang mempunyai keahlian tertentu

Kekurangannya :

–      klien tidak menjadi perhatian utama dari aktifitas yang dilakukan oleh orang yang terlibat dalam proyek

–      divisi fungsional cendrung berorientasi pada aktifitas yang sesuai dengan fungsinya

–      tidak ada individu yang diberi tanggung jawab penuh untuk mengurus proyek

–      motivasi untuk orang yang ditugaskan ke proyek cendrung lemah

–      proyek yang kompleks secara teknis tidak dapat dikerjakan dengan baik tanpa totalitas

Organisasi Proyek Murni

Yaitu proyek yang terpisah dari organisasi induk dimana menjadi organisasi tersendiri dalam staff teknis tersendiri dan terhubung dengan organisasi induk hanya berupa laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek.

Beberapa tipe organisasi proyek Murni:

–      Proyek Pusat (Project Center)

Proyek yang langsung berhubungan dengan Organisasi induk, mengambil sumber daya dan personil yang dibutuhkan.

–      Proyek Tunggal (Stand Alone Project)

Organisasi yang baru diciptakan untuk pembuatan suatu proyek, diambil dari beberapa divisi.

–      Proyek Perbagian (Partial Proyek)

Proyek yang dibuat untuk mengembangkan produk dari hasil proyek sebelumnya, manajer proyek bertanggung jawab atas pengawasan aktivitas yang dilakukan oleh divisi fungsional lainnya.

Kelebihan :

–      manajer proyek mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek

–      semua anggota tim proyek bertanggung jawab kepada manajer proyek

–      rantai komunikasi menjadi pendek, yaitu manajer proyek dengan eksekutif secara langsung

–      proyek yang sejenis yang berturut-turut bisa dilakukan oleh tim yang sama

–      pembuatan keputusan cepat karena kewenangan terpusat

–      adanya kesatuan komando karena bertanggung jawab kepada satu atasan

–      bentuk organisasi cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan

–      adanya dukungan menyeluruh terhadap proyek

Kekurangannya :

–      bisa terjadi duplikasi usaha dan fasilitas jika terjadi banyak proyek

–      struktur ini sendiri menambah biaya yang cukup mahal untuk organisasi induk

–      ketidakkonsistenan prosedur sering terjadi

–      proyek yang sudah selesai menimbulkan masalah bagi tim proyeknya

–      penumpukan sumberdaya yang berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu dibutuhkan, tetapi biasa dipegang pada saat tidak dibutuhkan

Organisasi Matriks

Yaitu penggabungan kelebihan-kelebihan yang dipunyai organisasi fungsional dan proyek murni dengan menhindarkan kekurangan-kekurangan yang ada. Digunakan untuk menggambarkan organisasi yang membutuhkan penggunaan minimal pada tim proyek maupun kelompok produk, bisa membentuk pola organisasi.

Kelebihan :

–      proyek mendapatkan perhatian secukupnya

–      lebih mudah untuk mendapatkan orang potensial dari setiap fungsinya

–      tidak ada masalah tentang nasib bagi tim proyeknya jika suatu proyek sudah selesai

–      tanggapan keinginan klien bisa cepat diberikan

–      konsistensi terhadap kebijaksanaan atau prosedur dari perusahaan induk terjaga.

–      Distribusi sumberdaya lebih seimbang

–      mampu untuk mencapai tingkat organisasi yang diperlukan untuk menjawab tuntutan ”ganda” lingkungan

–      dapat memanfaatkan kawyawan secara fleksibel

–      sesuai untuk pengambilan keputusan yang sifatnya rumit serta lingkungan yang tidak stabil

–      sangat sesuai untuk organisasi ukuran sedang

Kekurangannya :

–      manajemen matrik melanggar prinsip kesatuan komando

–      dalam organisasi matrik terdapat kekuatan yang seimbang antara manajer fungsional dan manajer proyek sehingga bila terdapat keraguan siapa yang mesti kena beban, pekerjaan proyek bisa jadi terbengkalai

–      perpindahan sumberdaya membuat persaingan antar manajer proyek

–      menghabiskan banyak waktu untuk koordinasi.

–      Adanya wewenang ganda menyebabkan munculnya kebingungan

–      hanya bisa berjalan jika hubungan bersifat kolegial bukan vertikal.

Posted by on October 13th, 2010 1 Comment

Faktor faktor yang dapat menghambat keberhasilan suatu proyek Sistem Informasi

  1. Kemampuan dari project manager

Kemampuan project manager dalam mengambil keputusan, mengatur jadwal pembuatan proyek, pengaturan penugasan terhadap anggota proyeknya berpengaruh terhadap kelangsungan pembuatan proyek tersebut.

2. Pengalaman terhadap tipe aplikasi yang dibuat

Pengguna harus mampu menggunakan aplikasi yang dibuat tersebut sehingga membantu kelancaran dari proyek yang dibuat.

3. Pengalaman terhadap tools programming yang dipakai

Pengguna aplikasi tersebut sebaiknya adalah orang yang sedikitnya tela mengenal program dan computer dengan cukup baik.

4. Pengalaman tentang bahasa atau sistem yang digunakan

Pengguna aplikasi tersebut diharapkan dapat mengetahui bahasa program yang digunakan untuk membuat aplikasi tersebut sehingga bila terjadi kerusakan kecil dapat dihandle olehnya.

5. Pengetahuan atau pengenalan tentang modern programming practices

Pekerja proyek diharapkan pula mengenal bahasa program yang sedang berkembang sehingga bila suatu saat ada perubahan dapat diubah dengan cepat.

6. Tersedianya peralatan dan software yang digunakan

Jika peralatan atau software yang akan dipakai tidak tersedia, maka akan mengakibatkan pembuatan proyek menjadi terhambat.

7. Kelengkapan dari project team

Seperti yang kita ketahui, project team merupakan kumpulan dari orang atau bagian dari beberapa departemen. Jadi, jika ada suatu bagian yang diperlukan dalam pembuatan proyek, namun tidak ada/tidak hadir, maka pembuatan proyek tersebut akan tertunda.

8. Personnel turnover

Personnel turnover maksudnya adanya perekrutan dan pemecatan karyawan atau keluarnya karyawan dalam suatu project team.

9. Besar dari project team

Semakin besar suatu project team, maka semakin sulit mengkoordinir anggota-anggotanya.

10. Pengontrolan project manager terhadap anggota dari project team-nya

Project manager harus mampu mengontrol anggota-anggotanya demi penyelesaian project tersebut.

Posted by on October 13th, 2010 No Comments

Proses pengiriman email

  • User membuat message dengan program user agent

– Text meliputi RFC 822 header dan body dari message.

–  Daftar tujuan diperoleh dari header.

  • Message mengantri secara berurutan dan dikirim ke SMTP program pengirim yang berjalan pada suatu host.
  • Server SMTP mengirimkan message kepada host yang tepat melalui TCP.
  • Protokol SMTP mencoba untuk menyediakan transmisi bebas error tetapi tidak menyediakan pengakuan end-to-end.
  • Penerima SMTP menerima message, menempatkannya pada mailbox atau mem-forwardnya.

Membangun koneksi SMTP:

1)    Pengirim membuka koneksi TCP kepada penerima.

2)    Penerima menyatakan telah menerima koneksi dengan “220 Service Ready” atau “421 Service Not Available”

3)    Jika koneksi telah dibuat, pengirim mengidentifikasi dirinya dengan perintah “HELO”

4)    Penerima menerima identifikasi dengan “250 OK”

Pengiriman Mail SMTP:

1)    Perintah MAIL mengidentifikasi originator, menyediakan jalan balik untuk laporan error.

2)    Perintah RCPT mengidentifikasi penerima message

  • Penerima mempunyai beberapa respon (positif atau negatif) pada RCPT.
  • Penerima tidak akan mengirim message sampai ada kepastian paling tidak satu copy dapat terkirim.
  • Perintah DATA mengirim message tersebut.

Menutup koneksi SMTP:

1)    Pengirim mengirimkan perintah QUIT untuk memulai menutup operasi.

2)    Penerima mengirim jawaban dari perintah QUIT tersebut, dan memulai penutupannya sendiri.

Posted by on October 13th, 2010 No Comments

Teknik-teknik Modulasi

Teknik-teknik Modulasi yang saya ketahui

–    ASK (Amplitude Shift Key) => berdasarkan amplitude maka ketika ada sinyal yang berisi signal analog maka dia akan menjadi 1 sehingga panjang gelombang  naik dengan tinggi dan jika tidak maka akan menjadi 0 sehingga panjang gelombang naik sedikit setengahnya dari panjang gelombang dari 1.

–    FSK(Amplitude Shift Key) => bedasarkan frekuensi maka ketika ada signal yang di terima frekuensi dan amplitude akan mambawa signal tetap konstan sehingga disini berbeda bukan karena tinggi rendahnya gelombang tetapi berbedanya dikerapatan gelombang sehingga jika signal bernilai 1 maka akan longgar antara gelombang yang satu dengan lainnya ,tetapi jika 0 maka kerapatannya akan berkurang sehingga agak rapat antara gelombang yang satu dengan yang lainnya.

–    PSK (Phase Shift Key) => berdasarkan masa waktu jadi ketika terjadi 1 panjang gelombang dan signal yang diterima adalah 0 maka puncak gelombang akan bergerak naik ke bawah,dan ketika signal yang ditrima adalah 1 maka puncak gelombang akan bergerak dari bawah ke atas dalam 1 panjang gelombang.

Posted by on October 13th, 2010 No Comments